DAFTAR ISI

Sabtu, 27 Juni 2009

CINTA DAN TARBIYAH

. Sabtu, 27 Juni 2009
1 comments

Rasa syukur yang begitu besar sudah seharusnya ku panjatkan pada Allah. Maha Besar-Nya Allah telah memberiku begitu banyak nikmat yang aku sadari bahwa tidak semua dapat merasakannya. terlahir dan dibesarkan di lingkungan yang sudah begitu dalam mengenal makna tarbiyah. memiliki orang tua yang sepenuhnya rela mengorbankan harta dan waktunya demi membantu agama Allah. subhanallah.. sungguh bangga aku memiliki mereka.

Namun ternyata, dahulu diriku bisa dibilang sangat acuh terhadap jalan dakwah ini. solat 5 waktu sering kali ku tinggalkan, liqo pun malas aku mengikutinya. apalagi semenjak aku masuk SMA, pergaulan ku tak sejalan lagi dengan teman-teman ku yang melanjutkan pendidikannya ke pesantren. jangankan tertarik, melirik ROHIS pun tidak.. ketika ada demo ekskul pada saat MOS. yang menarik hati ku justru Teater, sebuah ekskul yang menurutku mengasyikkan karena bisa dikagumi dan banyak dikenal teman-teman satu sekolah. sungguh tidak ada yang bisa dibanggakan dari diri ku yang dulu.

Sampai akhirnya aku dikenalkan oleh seorang pemuda yang sangat tampan dan juga cerdas. akibat terlalu sering berkomunikasi walau hanya sekedar lewat sms dan tlp, tumbuhlah buih-buih cinta di hati kami dan diikat dengan status pacaran.

Ya, aku sadari Allah memberiku hidayah melalui perantara dirinya. secara perlahan-lahan aku menyadari perubahan pada diriku, terutama pada pakaian ku yang semakin hari semakin syar'i. dan aku pun merasa nyaman ketika aku berada diantara kakak-kakak senior di ROHIS. inilah duniaku yang sesungguhnya.. dan tak disangka dia pun masuk dalam dunia yang sama, tarbiyah.

Sungguh, dia sangat membuat ku kagum. entah dahulu niatku benar atau tidak, tak ada yang tahu. tapi kini aku memohon dan berharap amal ku di jalan dakwah ini tidak sia-sia. karena kini dia \\\'telah tiada\\\', meninggalkan dunia untuk menghadap Yang Maha Kuasa. dan kini, niat ku tidak lain hanya untuk Allah.





Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 03 Juni 2009

SELEMBAR SURAT 5 TAHUN YANG LALU

. Rabu, 03 Juni 2009
0 comments

“Fit...baca ini kalo kamu dah di pesawat sebentar” selembar surat bersampul biru tua, k’isra berikan padaku saat aku ke rumahnya selepas subuh sebelum aku berangkat hijrah ke jakarta.
“iya kan...syukron, saya pamit dulu..salam buat k’ama juga” kataku ketika itu.

Setibanya aku di pesawat sebelum pesawat meninggalkan landasan, bersama dengan meninggalkan kota makassar untuk sementara waktu, perlahan ku buka surat dari k’isra dan aku membacanya. Sesekali ku seka airmataku, sebab ada tulisan di surat k’isra yang membuatku tak bisa menahan airmata, dan sesekali juga ku tersenyum membaca suratnya. Saat kubaca suratnya, aku berdoa semoga Allah memberikanku kesempatan tuk bertemu dan becanda dengan k’isra lagi.

Ada baris kalimat yang sangat menyentuh naluriki, k’isra berkata
“Fit....dalam hidup ini kita akan senantiasa diperhadapkan pada pilihan2 yang mungkin bagi kita sendiri sulit menentukannya. Dan setiap pilihan pasti ada resikonya tersendiri. Namun, pilihan itu tak selama buruk bagi kita, termasuk pilihan fitri untuk memilih jalan yang Allah ridhoi, jalan yang insya Allah baik untuk fitri. Jalan yang bisa membuat fitri lebih dewasa dan lebih banyak belajar tentang arah hidup kita sebagai hamba-NYA. Saya yakin fitri bisa menjadi yg terbaik, yang nantinya menjadi sesosok pengemban amanah dakwah. K’isra, hanya sebagai perantara saja untuk fitri supaya lebih banyak belajar lagi.
Walaupun terpisah jarak dan waktu, semoga kita senantiasa saling mendoakan dan tetap menjaga ukhuwah ini.
Fitri adikku...jadilah sesosok perempuan yang tegar dan mampu bertahan walaupun duri selalu menghalang dan terkadang melukai kita. Dunia bukan tempat domisili yg abadi, namun tempat untuk memFILTER siapa saja yg mampu bertahan dan yang mampu keluar dari segala keterpurukan serta bangkit dari kerapuhan, teruslah bertahan ukhti, semoga kitalah yang keluar sebagai orang-orang yg terpilih untuk tetap bertahan di jalan-NYA.
ana uhibbuki Fillah ukhti....jaga diri baik2 selamana disana..:) "

Surat itu ku tutup dengan menyeka kembali airmataku.

5 tahun terlewati surat yang sampai detik ini masih tersimpan di hati dan jiwaku.
Semalam aku mendapat telp dan sms dari beliau, k’isra menanyakan kabarku dan kabar teman2 di Makassar. Aku sangat senang bisa kontekan lagi dengan beliau selama hampir 2 tahun hilang komunikasi karena k’isra mengganti nomornya. Satu hal yang sering aku tanyakan, kapan k’isra nikah, sedangkan yunior2nya yg sekarang sudah menjadi dokter juga rata2 sudah menikah. Kalo mendengar aku bertanya demikian, k’isra hanya tertawa dan mengatakan kalo beliau mau sekolah dulu ambil spesialis. Jawaban yang sama, setiap kali aku menanyakan hal yang sama.

K’isra….mungkin hanya segelintir kader akhwat makassar yang tahu dia, bahkan mahasiswa FKG Unhas kurang yang mengetahuinya. Sekarang beliau berada di luar kota Makassar untuk PTT setelah mendapat gelar dokternya dua tahun yang lalu.
Bagiku k’isra sesosok akhwat yang militan, pintar, cantik dan tegar, teguh pada prinsip dan menjalani hidup apa adanya. Beliaulah yg mengenalkanku pada tarbiyah, beliaulah yang membuatku peka dengan hidayah Allah yg datang padaku 6 tahun yang lalu. Tentunya aku tidak akan lupa dengan k'isra, seorang kakak, sahabat dan ustadz pertamaku.

I miss u kak....ana uhibbuki Fillah....

Pengirim: F33 (Makassar)

Klik disini untuk melanjutkan »»

PANCARAN

.
7 comments

Beranjak dari keanehan hati,mungkin takkan ada yang bisa bertahan ketika jeritan hati tak sesuai dengan kenyataan diri. Begitupun aku saaat SMU dulu aku sangat tertarik mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh,tapi tatkala kuterjebak dalam sebuah tragedi hati,perlahan aku mundur dari kesungguhan itu dan kumulai menjalani hari dengan kepura-puraan,berbohong,kabur, membantah,tak berprestasi dan sangat payah. Namun suatu hari dikala semua sudah sangat melelahkan akupun bosan, terasa ada yang hilang dari diriku, kemudian ingin kembali belajar agama, kuputuskan untuk pergi mencarinya.


Ditengah jalan aku pernah singgah disebuah keluarga yang terlihat Islami tapi toh tetap saja kurasa ada yang kurang,singgah disebuah perusahaan yang hampir saja menjebakku untuk kembali seperti dulu tentu saja aku menolaknya, singgah disebuah rumah dan pemiliknya adalah seorang wanita lembut,cantik, dermawan dan baik hati tapi tak punya keimanan aku lalu pergi. Waktu itu hampir saja aku lelah dan berputus asa hingga harapan seakan tak ada lagi.

Suatu hari saat umurku telah mencapai 20 tahunan aku pun berjumpa dengan orang-orang yang mencintai Allah dengan ajaran-ajaran yang sungguh sangat sejalan dengan jeritan hatiku yaitu dengan berpegang pada Al-Quran dan Sunnah, cerdas menghadapi zaman. Aku tersungkur "Ya Rabb inilah ujung pencarianku yaitu Mengesakan Engkau dan Menjalankan perintahmu tanpa syarat dan tanpa ragu, terima kasih Yah..Rabb".Kujalani hari bersama lingkungan tarbiyah indah walau syurga takkkan bisa tergambarkan oleh imajinasi tapi kuyakin keindahan di jalan Allah dengan kalimat perjuangan adalah secuil percikan keindahan syurga.

Pengirim: zulfabiljannah (Makassar)

Klik disini untuk melanjutkan »»
 

Pengikut

PENGUNJUNG

TOP KOMENTATOR

Widget by

KOMENTAR TERBARU

cerita aktivis is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com